page

Monday, July 12, 2010

5 tips aman lindungi anak di sosial jejaring


Situs
jejaring sosial bagai pisau
bermata dua bagi anak-
anak. Selain melatih mereka
bersosialisasi, beberapa
intimidasi cyber dari orang
asing kadang menjadi
ancaman bagi anak. Belum
lagi bahaya teror pedofilia.
Siapkah kita melindungi
anak-anak dari ancaman
tersebut?
Effendy Ibrahim selaku
Internet Safety Advocate &
Consumer Business Lead
Symantec memberikan
beberapa tips tentang peran
orangtua kepada anak-anak
saat mereka bergaul di
jejaring sosial.

Sebelum anak-anak
menerima teman baru atau
berbagi informasi dalam
jejaring sosial, pastikan
beberapa hal berikut pada
anak-anak kita.
1. Tidak berbicara, atau
menerima undangan
pertemanan dari orang
asing di jejaring sosial,
instant messaging, atau
forum online.
2. Tidak memberikan
pendapat yang
menyakitkan, gosip, atau
serangan melawan orang
lain melalui jejaring sosial,
blog, situs, atau chat
onlline. Hal tersebut
menimbulkan potensi
orang, untuk
mencelakakan anak kita.
3. Tidak memberikan
informasi detail soal
alamat rumah, nomor
pribadi, foto karena itu
akan membuat sang anak
menjadi target mudah
bagi pelaku kejahatan.
Tak ingin anak kita
menjadi sasaran kaum
pedofil bukan?
4. Pastikan anak memiliki
password yang kuat untuk
akun e-mail, jejaring
sosial, forum atau game
online. Pastikan anak tidak
memberitahukan ke
siapapun -termasuk
sahabat baiknya, walau
sesekali.
5. Konfirmasikan bahwa link
video asing, benar berasal
dari seseorang yang
dikenal sebelum anak
meng-kliknya. Pasalnya
beberapa link asing
kemungkinan disusupi
malware, yang berpotensi
mencuri informasi
berguna.
Terlepas dari itu semua,
sebagai orang tua jangan
malu belajar dari anak.
Kenyataannya, beberapa
anak mungkin lebih banyak
tahu mengenai teknologi dan
internet daripada
orangtuanya. Lalu kenapa?
Tetap sebagai orangtua, jelas
kita lebih paham tata cara
berperilaku terhadap orang
asing di era jejaring sosial ini.
Maka berbagai informasi
secara terbuka antara anak
dan orangtua ini cukup
penting.

No comments:

iklan